Tuesday, May 29, 2018
Friday, May 18, 2018
Psikolinguistik: Pemerolehan Bahasa dalam Sintaksis Part 1
Pemerolehan Sintaksis
Pemerolehan bahasa adalah proses yang berlangsung di dalam otak kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dengan pembelajaran bahasa. Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seorang kanak-kanak mempelajari bahasa kedua setelah dia memperoleh bahasa pertamanya.
Jadi, pemerolehan bahasa berkenaan dengan bahasa pertama, sedangkan pembelajaran bahasa berkenaan dengan bahasa kedua (Chaer, 2003:167). Hal ini perlu ditekankan, karena pemerolehan memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran.
adapun pembahasan yang akan penulis paparkan adalah:
1) Pengertian dan Perkembangan Pemerolehan Bahasa
2) Pemerolehan Sintaksis
3) Cara pemerolehan Bahasa
4) Bahasa Ibu vs Bahasa Sang Ibu
5) Komprehensi dan Produksi Ujaran
PEMEROLEHAN BAHASA (SINTAKSIS)
1. Pengertian dan Perkembangan Pemerolehan Bahasa
Istilah "pemerolehan" merupakan padanan kata acquisition yakni proses penguasaan bahasa yang dilakukan oleh anak secara natural pada waktu dia belajar bahasa ibunya. Istilah ini juga berbeda dengan pembelajaran (learning) dalam pengertian, proses ini dilakukan dengan tatanan formal, belajar di kelas dan diajar oleh seorang guru. Dengan demikian maka proses dari anak yang belajar menguasai bahasa ibunya adalah pemerolehan, sedangkan proses dari orang yang belajar di kelas adalah pembelajaran.
Pemerolehan bahasa pada anak bersifat alamiah atau didasarkan pada nature atau dengan kata lain manusia telah diciptakan menjadi makhluk berbahasa, karena mereka telah dilengkapi dengan segala sesuatu (otak, alat ucap, dst) (Soemarsono, 2004: 72). Susunan sintaksis paling awal terlihat pada usia kira-kira 18 bulan walaupun pada beberapa anak terlihat pada usia 1 tahun bahkan lebih dari 2 tahun.
Peralihan dari satu kata menjadi kalimat yang merupakan rangkaian kata terjadi secara bertahap. Pada waktu kalimat pertama terbentuk yaitu penggabungan dua kata menjadi kalimat, rangkaian kata tersebut berada pada jalinan intonasi. Jika kalimat dua kata tersebut memberi makna lebih dari satu maka anak membedakannya dengan menggunakan pola intonasi yang berbeda.
Perkembangan pemerolehan sintaksis meningkat pesat pada waktu anak menjalani usia 2 tahun, yang mencapai puncaknya pada akhir usia 3 tahun. Tahap perkembangan sintaksis secara singkat terbagi dalam:
1. Masa pra-lingual, sampai usia 1 tahun
2. Kalimat satu kata, 1-1,5 tahun
3. Kalimat rangkaian kata, 1,5-2 tahun
4. Konstruksi sederhana dan kompleks, 3 tahun.
Lewat usia 3 tahun anak mulai menanyakan hal-hal yang abstrak dengan kata tanya “mengapa”, ”kapan”. Pemakaian kalimat kompleks dimulai setelah anak menguasai kalimat empat kata sekitar usia 4 tahun.
Teks Eksposisi
Teks Eksposisi adalah sebuah teks
yang berisi informasi dan pengetahuan yang dimuat secara singkat dan padat.
Tujuan
teks eksposisi untuk menjelaskan informasi tertentu agar bisa menambah ilmu
pengetahuan pembaca, sehingga dengan membaca teks ini maka pembaca akan
mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.
Struktur
Teks Eksposisi
Ketiga
struktur penyusun teks eksposisi sebagai berikut:
- Pernyataan
Pendapat (tesis);
bagian teks yang berisikan pernyataan pendapat (tesis) penulis. disebut
juga bagian pembuka.
- Argumentasi; bagian yang memuat alasan
yang bisa memperkuat argumen penulis dalam memperkuat ataupun menolak
suatu gagasan.
- Penegasan
Ulang Pendapat (Reiteration); bagian yang berisi penegasan ulang pendapat
penulis.
Ciri-Ciri
Teks Eksposisi
- Menjelaskan
informasi-informasi pengetahuan
- Gaya
informasi yang mengajak
- Biasanya
menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana
- Berusaha
menjelaskan tentang sesuatu
- Gaya
bersifat informatif
- Fakta
dipakai sebagai alat kontribusi
- Singkat,
Padat, Akurat
- Berusaha
menjelaskan sesuatu
- Fakta
juga dipakai sebagai alat konkritasi
- Penyampaian
secara lugas serta memakai bahasa yang baku
- Tak
memihak, yang berarti tak memaksakan kemauan penulis pada pembaca
- Fakta
dipakai sebagai alat kontribusi dan alat kontritasi
- Paragraf
eksposisi umumnya menjawab tentang askadimega
Unsur
Kebahasaan Teks Eksposisi
Ciri
kebahasaan yang ada pada teks ekposisi:
- Menggunakan pronomina;
jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina.
- Memakai konjungsi;
konjungsi dapat digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat
argumentasi.
- Memakai kata leksikal tertentu (kata yang
mengacu pada kamus); merupakan kata yang mengacu pada benda,
baik nyata maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek.
Dilihat dari bentuk dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun
nomina turunan. Nomina dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau.
Jenis-Jenis
Teks Eksposisi
1. Teks
Eksposisi Ilustrasi
Menggunakan penggambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu yang mempunyai kesamaan sifat. Menggunakan frasa penghubung.
Menggunakan penggambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu yang mempunyai kesamaan sifat. Menggunakan frasa penghubung.
2. Teks
Eksposisi Berita
Memberikan informasi dari suatu kejadian, sering dijumpai dalam berita atau surat kabar.
Memberikan informasi dari suatu kejadian, sering dijumpai dalam berita atau surat kabar.
3. Teks
Eksposisi Perbandingan
Menerangkan ide atau gagasan pada kalimat utama dengan metode
perbandingan.
Menerangkan ide atau gagasan pada kalimat utama dengan metode
perbandingan.
4. Teks
Eksposisi Proses
Berisi mengenai panduan atau tata cara membuat sesuatu.
Berisi mengenai panduan atau tata cara membuat sesuatu.
5. Teks
Eksposisi Definisi
Berisi tentang pengertian dari suatu obyek.
Berisi tentang pengertian dari suatu obyek.
6. Teks
Eksposisi Pertentangan
Berisi pertentangan antara sesuatu obyek dengan obyek yang lain. biasa menggunakan frasa penghubung “meskipun begitu, akan tetapi, sebaliknya.”
Berisi pertentangan antara sesuatu obyek dengan obyek yang lain. biasa menggunakan frasa penghubung “meskipun begitu, akan tetapi, sebaliknya.”
7. Teks
Eksposisi Analisis
Proses memisahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa sub-bagian, Kemudian melakukan pengembangan secara berurutan.
Proses memisahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa sub-bagian, Kemudian melakukan pengembangan secara berurutan.
Contoh Teks
Eksposisi Singkat
Berikut
ini Yuksinau.id berikan contoh singkat teks
eksposisi dengan strukturnya, dengan judul: Menjaga Kebersihan
Lingkungan Sekolah
Tesis:
Kebersihan lingkungan sekolah adalah satu dari beberapa faktor penting untuk menciptakan kenyamanan di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Setiap sekolah selalu mengajarkan siswa-siwi agar menjaga kebersihan.
Kebersihan lingkungan sekolah adalah satu dari beberapa faktor penting untuk menciptakan kenyamanan di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Setiap sekolah selalu mengajarkan siswa-siwi agar menjaga kebersihan.
Tak jarang
banyak dilakukan lomba kebersihan sekolah untuk menarik minat siswa-siswi agar
peduli terhadap kebersihan. Beberapa cara bisa dilakukan untuk menjaga
kebersihan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, menghapus papan
tulis, menyapu ruang kelas.
Argumentasi:
Di kelas biasanya dilakukan pembagian piket per hari untuk menjaga kebersihan, petugas piket biasanya melakukan tugas untuk menyapu, menghapus papan tulis, dan mempersiapkan alat tulis guru.
Di kelas biasanya dilakukan pembagian piket per hari untuk menjaga kebersihan, petugas piket biasanya melakukan tugas untuk menyapu, menghapus papan tulis, dan mempersiapkan alat tulis guru.
Di hari
jumat semua anggota kelas melakukan kerja bakti membersihkan sekolah setelah
pelajaran pertama selesai. Salah satu manfaatnya yaitu membuat hubungan antara
murid dan murid maupun guru dan murid semakin akrab.
Penegasan
Ulang:
Kebersihan lingkungan sekolah menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sekolah dan menjadi faktor penting demi meraih proses belajar mengajar yang nyaman. Kebersihan lingkungan sekolah juga menjamin kebersihan seseorang dan kesehatannya. Sehingga kebersihan adalah usaha manusia sehingga lingkungan tetap sehat terawat secara terus menerus.
Kebersihan lingkungan sekolah menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sekolah dan menjadi faktor penting demi meraih proses belajar mengajar yang nyaman. Kebersihan lingkungan sekolah juga menjamin kebersihan seseorang dan kesehatannya. Sehingga kebersihan adalah usaha manusia sehingga lingkungan tetap sehat terawat secara terus menerus.
Subscribe to:
Comments (Atom)