Wednesday, July 18, 2018
Friday, July 13, 2018
Tuesday, July 10, 2018
Sunday, June 3, 2018
Saturday, June 2, 2018
Tuesday, May 29, 2018
Friday, May 18, 2018
Psikolinguistik: Pemerolehan Bahasa dalam Sintaksis Part 1
Pemerolehan Sintaksis
Pemerolehan bahasa adalah proses yang berlangsung di dalam otak kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dengan pembelajaran bahasa. Pembelajaran bahasa berkaitan dengan proses-proses yang terjadi pada waktu seorang kanak-kanak mempelajari bahasa kedua setelah dia memperoleh bahasa pertamanya.
Jadi, pemerolehan bahasa berkenaan dengan bahasa pertama, sedangkan pembelajaran bahasa berkenaan dengan bahasa kedua (Chaer, 2003:167). Hal ini perlu ditekankan, karena pemerolehan memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran.
adapun pembahasan yang akan penulis paparkan adalah:
1) Pengertian dan Perkembangan Pemerolehan Bahasa
2) Pemerolehan Sintaksis
3) Cara pemerolehan Bahasa
4) Bahasa Ibu vs Bahasa Sang Ibu
5) Komprehensi dan Produksi Ujaran
PEMEROLEHAN BAHASA (SINTAKSIS)
1. Pengertian dan Perkembangan Pemerolehan Bahasa
Istilah "pemerolehan" merupakan padanan kata acquisition yakni proses penguasaan bahasa yang dilakukan oleh anak secara natural pada waktu dia belajar bahasa ibunya. Istilah ini juga berbeda dengan pembelajaran (learning) dalam pengertian, proses ini dilakukan dengan tatanan formal, belajar di kelas dan diajar oleh seorang guru. Dengan demikian maka proses dari anak yang belajar menguasai bahasa ibunya adalah pemerolehan, sedangkan proses dari orang yang belajar di kelas adalah pembelajaran.
Pemerolehan bahasa pada anak bersifat alamiah atau didasarkan pada nature atau dengan kata lain manusia telah diciptakan menjadi makhluk berbahasa, karena mereka telah dilengkapi dengan segala sesuatu (otak, alat ucap, dst) (Soemarsono, 2004: 72). Susunan sintaksis paling awal terlihat pada usia kira-kira 18 bulan walaupun pada beberapa anak terlihat pada usia 1 tahun bahkan lebih dari 2 tahun.
Peralihan dari satu kata menjadi kalimat yang merupakan rangkaian kata terjadi secara bertahap. Pada waktu kalimat pertama terbentuk yaitu penggabungan dua kata menjadi kalimat, rangkaian kata tersebut berada pada jalinan intonasi. Jika kalimat dua kata tersebut memberi makna lebih dari satu maka anak membedakannya dengan menggunakan pola intonasi yang berbeda.
Perkembangan pemerolehan sintaksis meningkat pesat pada waktu anak menjalani usia 2 tahun, yang mencapai puncaknya pada akhir usia 3 tahun. Tahap perkembangan sintaksis secara singkat terbagi dalam:
1. Masa pra-lingual, sampai usia 1 tahun
2. Kalimat satu kata, 1-1,5 tahun
3. Kalimat rangkaian kata, 1,5-2 tahun
4. Konstruksi sederhana dan kompleks, 3 tahun.
Lewat usia 3 tahun anak mulai menanyakan hal-hal yang abstrak dengan kata tanya “mengapa”, ”kapan”. Pemakaian kalimat kompleks dimulai setelah anak menguasai kalimat empat kata sekitar usia 4 tahun.
Teks Eksposisi
Teks Eksposisi adalah sebuah teks
yang berisi informasi dan pengetahuan yang dimuat secara singkat dan padat.
Tujuan
teks eksposisi untuk menjelaskan informasi tertentu agar bisa menambah ilmu
pengetahuan pembaca, sehingga dengan membaca teks ini maka pembaca akan
mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.
Struktur
Teks Eksposisi
Ketiga
struktur penyusun teks eksposisi sebagai berikut:
- Pernyataan
Pendapat (tesis);
bagian teks yang berisikan pernyataan pendapat (tesis) penulis. disebut
juga bagian pembuka.
- Argumentasi; bagian yang memuat alasan
yang bisa memperkuat argumen penulis dalam memperkuat ataupun menolak
suatu gagasan.
- Penegasan
Ulang Pendapat (Reiteration); bagian yang berisi penegasan ulang pendapat
penulis.
Ciri-Ciri
Teks Eksposisi
- Menjelaskan
informasi-informasi pengetahuan
- Gaya
informasi yang mengajak
- Biasanya
menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana
- Berusaha
menjelaskan tentang sesuatu
- Gaya
bersifat informatif
- Fakta
dipakai sebagai alat kontribusi
- Singkat,
Padat, Akurat
- Berusaha
menjelaskan sesuatu
- Fakta
juga dipakai sebagai alat konkritasi
- Penyampaian
secara lugas serta memakai bahasa yang baku
- Tak
memihak, yang berarti tak memaksakan kemauan penulis pada pembaca
- Fakta
dipakai sebagai alat kontribusi dan alat kontritasi
- Paragraf
eksposisi umumnya menjawab tentang askadimega
Unsur
Kebahasaan Teks Eksposisi
Ciri
kebahasaan yang ada pada teks ekposisi:
- Menggunakan pronomina;
jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina.
- Memakai konjungsi;
konjungsi dapat digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat
argumentasi.
- Memakai kata leksikal tertentu (kata yang
mengacu pada kamus); merupakan kata yang mengacu pada benda,
baik nyata maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek.
Dilihat dari bentuk dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun
nomina turunan. Nomina dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau.
Jenis-Jenis
Teks Eksposisi
1. Teks
Eksposisi Ilustrasi
Menggunakan penggambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu yang mempunyai kesamaan sifat. Menggunakan frasa penghubung.
Menggunakan penggambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu yang mempunyai kesamaan sifat. Menggunakan frasa penghubung.
2. Teks
Eksposisi Berita
Memberikan informasi dari suatu kejadian, sering dijumpai dalam berita atau surat kabar.
Memberikan informasi dari suatu kejadian, sering dijumpai dalam berita atau surat kabar.
3. Teks
Eksposisi Perbandingan
Menerangkan ide atau gagasan pada kalimat utama dengan metode
perbandingan.
Menerangkan ide atau gagasan pada kalimat utama dengan metode
perbandingan.
4. Teks
Eksposisi Proses
Berisi mengenai panduan atau tata cara membuat sesuatu.
Berisi mengenai panduan atau tata cara membuat sesuatu.
5. Teks
Eksposisi Definisi
Berisi tentang pengertian dari suatu obyek.
Berisi tentang pengertian dari suatu obyek.
6. Teks
Eksposisi Pertentangan
Berisi pertentangan antara sesuatu obyek dengan obyek yang lain. biasa menggunakan frasa penghubung “meskipun begitu, akan tetapi, sebaliknya.”
Berisi pertentangan antara sesuatu obyek dengan obyek yang lain. biasa menggunakan frasa penghubung “meskipun begitu, akan tetapi, sebaliknya.”
7. Teks
Eksposisi Analisis
Proses memisahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa sub-bagian, Kemudian melakukan pengembangan secara berurutan.
Proses memisahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa sub-bagian, Kemudian melakukan pengembangan secara berurutan.
Contoh Teks
Eksposisi Singkat
Berikut
ini Yuksinau.id berikan contoh singkat teks
eksposisi dengan strukturnya, dengan judul: Menjaga Kebersihan
Lingkungan Sekolah
Tesis:
Kebersihan lingkungan sekolah adalah satu dari beberapa faktor penting untuk menciptakan kenyamanan di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Setiap sekolah selalu mengajarkan siswa-siwi agar menjaga kebersihan.
Kebersihan lingkungan sekolah adalah satu dari beberapa faktor penting untuk menciptakan kenyamanan di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Setiap sekolah selalu mengajarkan siswa-siwi agar menjaga kebersihan.
Tak jarang
banyak dilakukan lomba kebersihan sekolah untuk menarik minat siswa-siswi agar
peduli terhadap kebersihan. Beberapa cara bisa dilakukan untuk menjaga
kebersihan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, menghapus papan
tulis, menyapu ruang kelas.
Argumentasi:
Di kelas biasanya dilakukan pembagian piket per hari untuk menjaga kebersihan, petugas piket biasanya melakukan tugas untuk menyapu, menghapus papan tulis, dan mempersiapkan alat tulis guru.
Di kelas biasanya dilakukan pembagian piket per hari untuk menjaga kebersihan, petugas piket biasanya melakukan tugas untuk menyapu, menghapus papan tulis, dan mempersiapkan alat tulis guru.
Di hari
jumat semua anggota kelas melakukan kerja bakti membersihkan sekolah setelah
pelajaran pertama selesai. Salah satu manfaatnya yaitu membuat hubungan antara
murid dan murid maupun guru dan murid semakin akrab.
Penegasan
Ulang:
Kebersihan lingkungan sekolah menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sekolah dan menjadi faktor penting demi meraih proses belajar mengajar yang nyaman. Kebersihan lingkungan sekolah juga menjamin kebersihan seseorang dan kesehatannya. Sehingga kebersihan adalah usaha manusia sehingga lingkungan tetap sehat terawat secara terus menerus.
Kebersihan lingkungan sekolah menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sekolah dan menjadi faktor penting demi meraih proses belajar mengajar yang nyaman. Kebersihan lingkungan sekolah juga menjamin kebersihan seseorang dan kesehatannya. Sehingga kebersihan adalah usaha manusia sehingga lingkungan tetap sehat terawat secara terus menerus.
Saturday, April 28, 2018
Sunday, April 22, 2018
Cerita Rakyat Sambas : TanNunggal dan Bujang Nadi Dare Nandong... Bahasa Sambas dan Terjemahan Indonesia
Cerita Rakyat Sambas : TanNunggal dan Bujang
Nadi Dare Nandong
Jaman
dolok, keturunan Sultan agek beburu ke utan, agek sadap-sadapnye beburu
tibe-tibe rombongan tekajut dangan suare bayi menangis. Semue rombongan
berpiker” di utan macam itok dari mane asal suare tangisan bayi iye” jinye
keturunan Sultan iye. Keturunan Sultan iye langsong marekkan perintah ke
seluroh prajurit yang ikut beburu untok ncarek dari mane suare bayi berasal.
Udah lamak ncareknye ternyate suare bayi iye dari batang abek, prajurit langsong
diperintah untok nabang batang abek iye, daan diduge dan disangkak semue
rombongan dikajutkan dangan seorang bayi yang berasal dari batang abek yang
dibalah. Daan piker panjang, didampingek dangan perasaan panik keturunan Sultan
yang mimpin kegiatan beburu langsong marekkan perintah ke seluroh anak buahnye
untok mawak bayi yang didapatkan di dalam abek iye dibawak ke Istane untok
diliatkan ke Sultan Sambas. Kebayoran juak Sultan Sambas belom ade anak, jadi
bayi yang didapat di utan tadek langsong diangkat lah Sultan Sambas jadi
anaknye dan diberek name TanNunggal. Ngape bayi yang didapat di dalam abek iye
diberek name TanNunggal?????
Gek
dolok tiap keturunan Sultan pasti disabut “Tan”, kebatolan bayi yang didapat di
dalam batang abek iye milikek gigi endah lalu pun dibandingkan dangan manusie
biase atau manusia normal.
Dari
rahang kerek sampai rahang kanan gigi bayi iye nyatu seolah-olah cume milikek
sigek gigi atau karapan disabut dangan gigi tunggal, padahal pun manusie biase
giginye daan mungkin nyatu atau berape igek
gigi nak nye, sampai anak iye dibarek name TanNunggal.
TanNunggal
dibasarkan di lingkongan Istane Sambas macamek anak sorang, sampai basar dangan
gagah berani dan dipercayak akan nggantikan posisi ayahnye (Sultan Sambas)
mimpin kerajaan Sambas. Waktu TanNunggal merintah kerajaan Sambas die nikah
dangan rakyat biase jadi bininye,
dan napat duak orang anak, laki-laki dangan perempuan, yang laki-laki dibarek
name Nadi dan yang
perempuan diberek name Nandong. Kebiasaakan
masyarakat Sambas biasenye anak laki-laki karap dipanggel dangan sabutan Bujang
dan perempuan dipanggel dangan sabutan Dare, jalas ajak anakiye dipanggel
dangan Bujang Nadi dan Dare Nandong.
Waktu TanNunggal bekuase di Sambas, raje TanNunggal
dikanal dangan raje yang kajam. Sifatnye yang sombong dangan rakyat,
sewenang-wenang, apeyang dikatekannye harus diturutek, biarpun rakyat dibancik
rakyat Sambas. Banyak yang udah tejadi sampai TanNunggal dikatekan kajam dan
zalim. Suah waktuye rakyat Sambas digamparkan dangan kejadian yang ngajutek
lalu sampai TanNunggal dikatekan manusie setangah antu. Waktu die mimpin
TanNunggal paling suke makan sambal asam, ari ye tukang masak kerajaan atau
tukang buat sambal asam kelambatan muat sambal asam, sadangkan jam makan siang
TanNunggal bantar agek,jadi tukang masak gerosok muat sambal asam untok
TanNunggal .
TanNunggal daan maok makan pun sian sambal asam, TanNunggal bise
marah, takut dimarahek TanNunggal, tukang masak pun gerosok muat sambal sampai
jari kelincingannye teiris lakakye darahnye masok dalam sambal asam yang dibuat
tadek. Gare-gare waktu yang daan agek cukup tukang masak langsong ngadok darah
yang masok dalam sambal asam yang die buat, daan sampat agek nak buat yang
baru. Sambal asam iye langsong disiapkan di meje makan TanNunggal, begeye makan
sambal iye TanNunggal kenyamanan die bepiker “ Ngape ie sambal asam ari itok
nyaman lalu bede dangan ari biasenye”. TanNUnggal betanyak ke tukang masak,
tuakang masak daan berani nak bulak, die nyeritekan sambal asam iye udah
becampordangan darahnye. Lakak kejadian iye TanNunggal mintak ke tukang masak
tiap muat sambal asam harus dicampor darah manusie.
Lakakye cerite Bujang
Nadi dan Dare Nandong, waktu die idup
Bujang Nadi suke lalu meliare ayam jogok dan Dare Nandong suke nanun kaing sampai
kanak barek adiah masen tanun yang belapis amas, tiap ari Bujang Nadi dan Dare
Nandong cume dibolehkan bemaing beduak ajak dangan ditamanek ayam jogok dan
masen tanun, TanNunggal daan suke meliat anaknye bekawan dangan rakyat biase.
Kejadiannye, waktu
Bujang Nadi dan Dare Nandong agek bemaing di taman istane daan sadar kanak
tilik lah pengawal istane, pas waktuye Bujang Nadi dan Dare Nandong agek
becerite tentang kawen.
Bujang Nadi : Dek, pun kau nak carek pasangan idup,
macamek ape yang kau maok?
Dare Nandong : Adek
bearap, kalak calon laki adek mirip macam abang, gantengnye, gagahnye, dan
sikapnye harus macamek abang. Pun abang, bini macam ape yang abang maok?
Bujang Nadi : Abang juak berarap macam iye, bini abang
kalak macamek adek canteknye dan hatinye lambut macam adek.
Nangar omongan duak miadek iye, pengawal kerajaan yang
agek nilik tadek salah tapserkan, die bepiker abang adek iye maok lakukan
perkawanan sejarah, daan bepiker panjang pengawal langsong melaporkan kejadian
iye ke TanNunggal. Raje TanNunggal pun tekajut, die sesupanan dangan kejadian
iye, sebalom anaknye buat hal yang bise merusak name baik kerajaan Sambas dan
muat aib kerajaan. TanNunggal langsong merintahkan ke perajuritnye untok ngubor
keduak anaknye dangan ayam jogok Bujang Nadi dan masen tanung Dare Nandong.
Lakakye keduak miadek
iye dikubor idup-idup di daerah Sebaddang Kecamatan Tabas Kabupaten Sambas.
Konon katenye masyarakat setampat sampai itok maseh pecayak, kuboran iye
angker, tiap malam jumat karap nangar suare ayam bekokok dari kuboran Bujang
Nadi dan Dare Nandong yang dikubor salam sigek kuboran, kadang-kadang juak
tedangar suare urang agek nanun kaing yang juak berasal dari kuboran iye yang
diduge Dare Nandong.
Terjemahan
bahasa Indonesia
Pada
zaman dahulu ketika keturunan Sultan sedang pergi berburu ke hutan, ketika
sedang asik berburu tetapi bukan buruan yang didapatkan, tiba-tiba rombongan
dikejutkan dengan tangisan suara bayi. Semua rombongan berpikir” di hutan
belantara seperti ini dari mana asal suara tangisan bayi tersebut” ujar
keturunan Sultan tersebut. Keturunan Sultan tersebut langsung memberikan
perintah kepada seluruh prajurit yang ikut berburu untuk mencari dari mana
suara bayi berasal. Setelah sekian lama mencari ternyata suara bayi tersebut
berasal dari rumpun bambu, prajurit langsung diperintah untuk menebang pohon
bambu tersebut, tanpa di duga dan di sangka semua rombongan di kejutkan dengan
kehadiran seorang bayi yang berasal dari balik rumpun bambu. Tanpa pikir
panjang, di dampingi dengan perasaan panik keturunan Sultan yang memimpin
kegiatan berburu langsung memberikan perintah kepada seluruh anak buahnya untuk
membawa bayi yang ditemukan di dalam bambu tersebut di bawa ke Istana untuk di
temukan dengan Sultan Sambas. Secara kebetulan Sultan Sambas juga belum
mempunyai anak, jadi bayi yang di temukan di hutan tadi langsung di angkat oleh
Suultan Sambas untuk menjadi anaknya dan di beri nama TanNunggal. Mengapa bayi
yang di temukan di dalam rumpun bambu tersebut diberi nama TanNunggal?????
Pada zaman
dahulu setiap keturunan Sultan pasti di panggil dengan sebutan “Tan”, kebetulan
bayi yang di temukan di dalam rumpun bambu tersebut memiliki gigi yang aneh
kalau di bandingkan dengan manusia biasa atau manusia normal.
Dari
rahang kiri sampai rahang kanan gigi bayi tersebut menyatu seolah-olah hanya
memiliki satu gigi atau sering di sebut dengan gigi tunggal, padahal kalau
manusia biasa giginya tidak mungkin menyatu atau terdiri dari beberapa buah
gigi, sehingga bayi tersebut di beri nam TanNunggal.
TanNunggal
dibesarkan di lingkungan istana Sambas layaknya seperti anak sendiri, sehingga
TanNunggal menjadi tumbuh dewasa dengan gagah berani dan dipercaya akan
menggantikan posisi bapaknya (sultan Sambas) memimpin kerajaan Sambas. Pada
saat TanNunggal memerintah kerajaan Sambas dia menyunting rakyat biasa menjadi
istrinya dan dikaruniai dua orang anak, yaitu laki-laki dan perempuan, yang
laki-laki diberi nama Nadi dan yang perempuan diberi nama Nandong. Dalam
kebiasaan masyarakat Sambas biasanya anak laki-laki sering dipanggil dengan
sebutan Bujang dan yang perempuan dipanggil dengan sebutan Dare, maka jelaslah
anak tersebut dipanggil dengan Bujang Nadi dan Dare Nandong. Pada saat
TanNunggal berkuasa di Sambas, raja TanNunggal terkenal dengan raja yang kejam karena
sifatnya yang sombong dengan rakyat. Dia memimpin dengan sewenang-wenang, apa
yang ia katakan dan semua keinginannya harus dilaksanakan walaupun hal tersebut
dibenci oleh rakyat Sambas, banyak hal yang terjadi sehingga TanNunggal
dikatakan raja yang kejam dan zalim. Pernah pada suatu saat rakyat Sambas
digemparkan dengan kejadian yang sangat mengejutkan sampai-sampai TanNunggal
dikatakan manusia setengah siluman.
Pada saat ia memimpin TanNuanggal paling
senang makan sambal asam, pada hari itu tukang masak kerajaan atau tukang buat
sambal asam terlambat membuat sambal asam, sedangkan jam makan siang TanNunggal
sudah sebentar lagi, jadi si tukang masak tergesa-gesa untuk membuat sambal
asam untuk TanNunggal sedangkan dia sudah tahu bahwa TanNunggal tidak mau
memakan tanpa sambal asam bahkan TanNunggal bisa marah, begitu takut dimarah
TanNunggal si tukang masak tergesa-gesa untuk membuat sambal asam sampai-sampai
jari kelingkingnya teriris lalu darahnya menetes ke dalam sambal asam yang
dibuat tadi, karena waktu yang sudah sangat singkat lalu si tukang masak itu
langsung mengaduk darah yang menetes tadi ke dalam sambal asam yang ia buat
karena ia berpikir tidak sempat lagi membuat sambal asam yang baru. Sambal asam
tersebut langsung disajikan di meja makan TanNunggal, begitu memakan sambal
tersebut TanNunggal sangat kenyamanan dia berpikir “Mengapa ya sambal asam pada
hari ini sangat enak berbeda dengan hari biasanya”. Lalu TanNunggal bertanya
kepada si tukang masak. Si tukang masak pun tidak berani untuk berbohong, ia
menceritakan bahwa sambal asam itu sudah bercampur dengan darahnya sendiri.
Semenjak kejadian itu TanNunggal memerintahkan kepada tukang masak setiap kali
membuat sambal asam harus dicampur dengan darah manusia.
Kembali
ke cerita Bujang Nadi dan Dare Nandong, pada masa hidupnya Bujang Nadi sangat
suka memelihara ayam jago dan Dare Nandong paling suka untuk menenun kain
sampai-sampai dia pernah mendapatkan hadiah berupa mesin tenun yang berlapis
emas, tiap hari Bujang Nadi dan Dare Nandong hanya diperbolehkan bermain berdua
saja melainkan hanya berteman dengan ayam jago dan alat tenun milik Dare
Nandong karena TanNunggal sangat membenci mereka jika dia berteman dengan
rakyat biasa.
Pada
suatu kejadian, ketika Bujang Nadi dan Dare Nandong sedang asik barmain di
taman istana tanpa sadar mereka di intip oleh seorang pengawal istana, tepat
pada saat itu Bujang Nadi dan Dare Nandong sedang asik bercerita tentang
perkawinan.
Bujang
Nadi : dik, jika kamu ingin mencari pasangan hidup. Pasangan hidup seperti apa
yang kamu idamkan?
Dare
Nandong : adik sangat mengharapakan, nanti calon suami adik mirip dangan abang,
baik itu dari segi gantengnya, gagahnya, dan sikapnya harus seperti abang.
Sedangkan abang, istri seperti apa yang abang inginkan?
Bujang
Nadi : abang juga berkehendak demikian, abang sangat mengharapkan istri abang
nantinya seperti adik cantiknya dan tentunya hati istri abang juga seperti adik
lembutnya.
Mendengar
percakapan kakak adik tersebut pengawal kerajaan yang sedang mengintip tadi
salah artikan, dia berpikir kakak adik tersebut ingin melakukan perkawinan
sejarah, tanpa berpikir panjang sang pengawal kerajaan itu langsung melaporkan
kejadian tersebut kepada TanNunggal. Raja TanNunggal sangat terkejut, dia
sangat malu dengan kejadian itu, sebelum anaknya berbuat hal yang dapat merusak
citra atau nama baik kerajaan Sambas bahkan dapat memberikan aib bagi kerajaan,
padahal apa yang iya dengar semuanya salah belaka. TanNunggal langsung
memerintahkan kepada prajuritnya untuk mengubur kedua anaknya yaitu Bujang Nadi
dan Dare Nandong beserta dengan ayam jago milik Bujang Nadi dan mesin tenun
milik Dare Nandong. Kemudaian kedua kakak adik tersebut di kubur hidup-hidup di
daerah Sebedang Kecamatan Tebas tentunya masih di Kabupaten Sambas. Konon katanya
masyarakat setempat sampai pada saat ini masih percaya bahwa kuburan tersebut
sangat angker karena setiap malam jumat sering mendengar kokokan suara ayam
jantan yang berasal dari kuburan Bujang Nadi dan Dare Nandong yang di kubur
dalam satu makam, bahkan kadang-kadang terdengar suara orang sedang menenun
kain yang juga berasal dari kuburan tersebut yang di duga milik Dare Nandong.
Friday, March 16, 2018
Syair Mengapa Negeriku
MENGAPA NEGERIKU
Assalamuaikum saya ucapkan
Kepada saudara sekalian
Semoga kalian yang mendengarkan
Selalu diberi kesehatan
Ketika saya ikut diskusi
Membahas tentang negeri ini
Yang tak henti menuai sensasi
Yang hanya mengejar ambisi
Orang kaya semangkin kaya
Orang miskin menderita
Kadang bingung penuh tanya
Dimana letak kesalahannya
Ku dengar kasus berita korupsi
Yang semangkin menjadi-jadi
Banyak yang berkata pelakunya ini
Disebut tikus-tikus berdasi
Hei kau yang menjabat
Jangan sembarang berbuat bejat
Banyak rakyat yang melarat
Yang tidak pernah kau ingat
Sibuk dengan diri sendiri
Sibuk untuk memperkaya diri
Tiada pernah kau peduli
Masalah yang ada di negeri ini
Negara yang kita cinta
Memerlukan pemimpin yang membela
Ketidak adilan hukumnya
Menindas rakyat yang tidak berdaya
Curi ayam 2 tahun penjara
Korupsi uang rakyat setengahnya
Apalah yang mau dikata
Kalau uang yang bicara
Kita butuh pemimpin sejati
Yang ikhlas memajukan negeri
Mampu menyelesaikan masalah ini
Tidak tergiur untuk korupsi
Assalamuaikum saya ucapkan
Kepada saudara sekalian
Semoga kalian yang mendengarkan
Selalu diberi kesehatan
Ketika saya ikut diskusi
Membahas tentang negeri ini
Yang tak henti menuai sensasi
Yang hanya mengejar ambisi
Orang kaya semangkin kaya
Orang miskin menderita
Kadang bingung penuh tanya
Dimana letak kesalahannya
Ku dengar kasus berita korupsi
Yang semangkin menjadi-jadi
Banyak yang berkata pelakunya ini
Disebut tikus-tikus berdasi
Hei kau yang menjabat
Jangan sembarang berbuat bejat
Banyak rakyat yang melarat
Yang tidak pernah kau ingat
Sibuk dengan diri sendiri
Sibuk untuk memperkaya diri
Tiada pernah kau peduli
Masalah yang ada di negeri ini
Negara yang kita cinta
Memerlukan pemimpin yang membela
Ketidak adilan hukumnya
Menindas rakyat yang tidak berdaya
Curi ayam 2 tahun penjara
Korupsi uang rakyat setengahnya
Apalah yang mau dikata
Kalau uang yang bicara
Kita butuh pemimpin sejati
Yang ikhlas memajukan negeri
Mampu menyelesaikan masalah ini
Tidak tergiur untuk korupsi
Oleh Junardi
Subscribe to:
Comments (Atom)







